Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan


Jika Anda mengalami trauma pada masa lalu yang begitu membekas. Trauma ini lantas Anda gunakan sebagai 'kambing hitam' atas keterpurukan Anda saat ini. Anda terus terikat dengannya, meski itu menyakitkan.

Sebuah cerita Tinggalkan Masa Lalu ANDA :

Bila Anda tak bisa lepas dari trauma, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri Anda:

"Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas
menghancurkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya--ataukah trauma?"

Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon. Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri.

Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama. Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri.

Jangan Biarkan masa lalu menghancurkan Anda, tetapi biarlah anda yang membangun masa depan.

Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari. Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri.

Ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk  mengingat masa lalu.

Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.

Saat kita merasa sedih dan putus asa, atau bahkan menderita, coba renungkan keadaan di sekitar kita. Barangkali masih banyak yang lebih parah dibandingkan kita?

Tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis. berjuang terus, dan pantang mundur.

Cerita Bagus Tentang Kuda Balap :

Seekor kuda balap dilatih bersama teman-temannya yang lain. Saat berlomba ia tak pernah mau ikut karena ia sering melihat teman-temannya bercerita begitu sulitnya bertanding dan menang.

Selesai perlombaan
 maka kuda yang menang dipuji-puji sementara yang kalah harus berlatih lebih keras. Ia merasa lebih baik tidak ikut sehingga ia terbebas dari resiko "tersiksa" oleh latihan yang lebih keras.

Setiap ada kesempatan berlomba maka kuda ini selalu mencari cara agar tidak diturunkan, ia tak menyadari bahwa usianya terus bertambah dan itu berarti kekuatannya pun juga melemah.

Kuda Balap Mana yang anda pilih?

Kuda Balap ~ Hingga suatu hari ia melihat seniornya yang sering juara dan sekarang telah pensiun karena usianya, sang senior mendapatkan kandang yang besar dan nyaman serta diperlakukan dengan kasih sayang.

Ia menyadari bahwa ia harus segera memilih:
berlatih keras untuk "berarti" atau menunggu semua sesuai keinginannya tanpa terasa berakhir dalam kesia-siaan...

Don't wait for the perfect moment, take the moment and make it perfect.



Biaralah orang-orang yang anda cintai mendapat Inspirasi dari cerita ini, share dan berbagilah :)


Kunci Sukses ~ 10 langkah mencapai target dengan Hukum Law of Attractioni.

1. Dream /mimpi
Sekali lagi mimpi berperan dalam pencapaian target. Banyak orang sukses memulai langkah mereka dari mimpi. Mimpi inilah yang menjadi energi tambahan saat mereka berada dalam kelelahan menggapai tujuan. Mimpilah setinggi-tingginya. Bermimpi memboyong Taj Mahal ke bandung tidak dilarang kok.
Bermimpi itu gratis dan tidak ada ceritanya seorang pemimpi masuk penjara.


2.Declare/menceritakan
Jika mimpi sudah ada, saatnya mendeklarasikan secara verbal dan visual. Kalau perlu di hadapan publik. Mengapa publik harus tahu? Ya biar Anda serius memperjuangkannya. Jadi, dalam hal ini deklarasi berfungsi menambah motivasi diri. Apa nanti nggak takut disebut pamer? Tentang hal ini, saya serahkan kepada niat masing-masing orang. Yang pasti, saat orang menuang teh ke dalam teko tidak mungkin yang keluar adalah kopi.

3. Believe / keyakinan
Hal berikutnya yang wajib Anda miliki adalah keyakinan akan terwujudnya mimpi tersebut. Sepintas lalu hal ini terlihat sepele. Siapa sih yang tidak bisa ngomong: “Gue yakin bakalan jadi milyarder…!” Justru berawal dari keyakinan inilah semua dibuktikan.

Kunci Sukses ~ 10 langkah mencapai target dengan Hukum Law of Attractioni.


4.Focus / Fokus
Anda akan dapatkan apa yang anda fokuskan, bukan yang Anda inginkan. Lalu gimana menyatukan dua hal tersebut: keinginan dan fokus? Gampang saja. Ini tidak lebih dari permainan minds control.
Kita gabungkan saja dua unsur tersebut menjadi satu. Apapun yang Anda inginkan, maka fokuskan pada keinginan tersebut. Kalau perlu pakai kacamata kuda biar nggak tolah-toleh waktu lihat yang bening-bening lewat.

5.Action / tindakan
Saatnya beraksi! Penjelasannya gampang saja. Tidak ada hal apapun yang datang secara gratis di dunia ini. Semua harus diperjuangkan dalam tindakan nyata. Yang menjadi tantangan bagi pemula biasanya adalah kesulitan memulai. Yup! Semuanya pernah mengalami kesulitan memulai langkah. Tapi begitu Anda sudah menjejakkan kaki untuk pertama kali, saya yakin insting itu akan terasah dengan sendirinya. Gimana kalau nanti gagal? Ya coba lagi. Toh kegagalan bukan berarti kiamat kan. Apapun kondisi yang didapat setelah mencoba, itu jauh lebih baik daripada berdiam diri.

6. Tools / perangkat
Tool adalah ‘peralatan tempur’ yang digunakan untuk melawan musuh. Bisa saja Anda pakai tangan kosong buat nangkap ikan. Tapi itu jauh lebih melelahkan, menguras waktu dan juga biaya. Sehingga disini jelas manfaat tools yang dimaksud. Yaitu mewujudkan target secara cepat, tepat, efektif, efisien dan meminimalkan peluang terjadinya kegagalan.

7.Strategi
Mau maju perang tapi nggak pakai strategi alias main keroyokan saja, kemungkinan besar akan kalah. Mau sukses bisnis online tapi masih pakai gaya spammer, kalau nggak diprotes sudah untung tuh orang. Itulah gambarannya. Disini strategi berperan dalam hal mencari solusi terbaik dalam mengatasi hambatan dan tantangan yang ada. Prakteknya bisa menyatu dengan pembahasan tool di atas. Strategi yang tepat dan jitu akan menghindarkan Anda dari kegiatan-kegiatan yang tidak berdampak pada pencapaian hasil.

8.Soft Skills/ wawasan intelektual
Kemampuan ini mengacu kepada daya tahan seseorang menghadapi tantangan hidup.Selain bermodalkan hal-hal yang bersifat teknis dan fisik, Anda perlu memperluas cakrawala pemikiran agar dapat tahan banting di segala medan yang ditempati. Kepandaian intelektual dengan limpahan peralatan pendukung menjadi tiada arti manakala Anda lupa mengasah kemampuan menjaga kestabilan motivasi diri, tahan banting dan persistant terhadap keadaan yang selalu berubah. Melatih soft skills tidak ada sekolahnya. Anda bisa belajar dari kehidupan sehari-hari dengan mengamati orang-orang hebat di sekeliling Anda.

9. Receive/ menerima
Berserah diri setelah melakukan usaha. Memang demikian idealnya. Setelah berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya Anda harus ikhlas menerima hasilnya. Seburuk apapun keadaannya, itu adalah hasil kerja keras Anda.

10. Pray/ Doa
Last but not least, melibatkan campur tangan Tuhan dalam segenap langkah kehidupan adalah satu kebutuhan dasar manusia. Namun saat ini makin jarang orang mau memperhatikan hal ini. Inilah yang menjadi pembeda type bisnis satu dengan yang lainnya. Setiap usaha manusia pasti diperhatikan oleh yang di Atas, tapi Anda tidak tahu mana berkat yang dapat merubah hidup anda secara luar biasa. Berdoa dan bekerja secara tulus itu adalah jawabannya.

Ada 10 hal yang patut diketahui ketika ingin sukses, hal tersebut ialah :

  1. Mereka yang beralasan tidak punya waktu adalah mereka yang membiarkan waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.
  2. Masalah itu adil, ia datang kepada semua orang, tetapi tidak dengan jalan keluar. Jalan keluar hanya datang kepada mereka yang mencarinya.
  3. Dunia lebih menghargai orang yang mau melakukan pekerjaan kecil daripada orang yang hanya memiliki rencana besar.
  4. Nasib baik tidak pernah salah memilih orang, ia memilih orang yang proaktif menjemputnya.
  5. Gunakan perasaan saat menghadapi manusia, gunakan logika saat menghadapi masalah.
  6. Jangan hanya tertarik dengan apa yang dicapai orang sukses, tertariklah dengan airmata yang mereka keluarkan untuk mencapainya.
  7. Hal yang menyedihkan bukanlah bidikan yang meleser, tapi bidikan tanpa target.
  8. Hidup ibarat sebuah buku, Tuhanlah yang menyediakan pena (takdir), tetapi Andalah penulisnya (nasib).
  9. Hal yang perlu ditakuti saat mengkritik orang lain adalah ketika kiata sendiripun tidak lebih baik dari mereka.
  10. Lovers adalah alasan saya untuk terus berkarya, Haters adalah alasan saya untuk terus bertumbuh.
10 Hal yang patut diketahui ketika ingin sukses.

Share kisah ini kepada orang-orang yang anda kasihi, agar mereka tahu 10 hal ini. :)

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap
 hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.


Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut
Ajaib..!!
Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak agar Jangan, sampai dimangsa.
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!!
Diam membuat kita mati..!
Bergerak membuat kita hidup...!!

Apa yang membuat kita diam??
Yaitu saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman..
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena..
Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati..!!
Ironis, bukan..??

Apa yang membuat kita bergerak..??
Yaitu Masalah.. Pergumulan.. dan Tekanan Hidup..

Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu..




HIU kecil ini membuat ikan salmon terus bergerak, sama seperti masalah yg membuat kita bergerak ke arah yg lebih baik, setelah berhasil menghadapinya



Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Tuhan dan berharap kepada Tuhan..
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa..
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..
Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive..
Masalah dalam hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bertahan.







Share / Bagikan kisah inspirasi ini kepada orang-orang yang anda kasihi agar mereka mendapat pelajaran berharga dan mengingatkan kita tentang arti pentingnya masalah, tekanan dan pergumulan didalam hidup kita

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu.

Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, sang guru segera ke dapur mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda... Mu
lai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik...

Guru tersebut meminta para alumni mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi...

Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati, Cangkir bukan yang utama. Kualitas kopi itulah yang penting

Setelah masing-masing alumni mengisi cangkir-cangkirnya dengan kopi, sang guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah & tidak menarik...

Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun masalahnya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain & mulai membandingkannya.

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukan cangkir melainkan kopinya.

Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut diatas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki..."


Pesan moralnya:

Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati, Cangkir bukan yang utama. Kualitas kopi itulah yang penting...
Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus & pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan...
Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar".

Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagiaan didalam kehidupan kita.....???
Itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan disebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal...

"Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopi nya."

selamat menikmati
secangkir kopi
kehidupan....



Bagikanlah cerita ini kepada orang-orang yang anda cinta, agar mereka tahu makna hidup ini.

Pentingnya Attitude ~ Sikap atau attitude Anda adalah kendaraan untuk mencapai potensi Anda sepenuhnya.

Robert Hall International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, meminta para vice president dan direktur-direktur 
sumber daya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika untuk menyebutkan satu alasan utama mereka memecat seorang pekerja.

Jawabannya sangat menarik dan menggarisbawahi sikap dalam dunia bisnis:

  • - Tidak kompeten : 30%
  • - Ketidakmampuan bekerja sama dengan pekerja lain : 17%
  • - Ketidakjujuran atau berdusta : 12%
  • - Sikap negatif : 10%
  • - Kurang motivasi : 7%
  • - Kegagalan atau menolak mengikuti perintah : 7%
  • - Alasan lain-lain: 8%

Walaupun peringkat satu adalah kompetensi, tetapi alasan terbanyak adalah masalah sikap (tidak jujur, negatif, kurang motivasi, dll).

Pentingnya Attitude

Selain itu, The Carnegie Institute menganalisis catatan 10.000 orang dan menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85% selebihnya adalah masalah kepribadian dan sikap.

Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan bagaimana kita menangani perasaan kita.

Menurut John C. Maxwell, dua faktor ini sangat menentukan kesuksesan kita. Karena itu, pastikan sikap Anda
menjadi aset terbesar Anda, bukan kewajiban terbesar Anda.

"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan."~ Charles Darwin
Untuk bertumbuh, Anda perlu melakukan perubahan. Suatu perubahan selalu menuntut pengorbanan Anda. Baik itu keuangan, waktu, energi atau kreativitas. Kenyataannya, perubahan tanpa pengorbanan bukanlah perubahan yang sebenarnya!

Sebagian orang ada yang menganggap perubahan adalah pertumbuhan, sebagian lagi ada yang beranggapan perubahan adalah penderitaan.

Jika Anda memandang perubahan itu sebagai pertumbuhan, apapun itu pengorbanannya walaupun membuat Anda lebih sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhirnya.

Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik
Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan dari pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang yang halus. Untuk menghasilkan mutiara cantik yang berharga ini, sebuah kerang harus menahan sakit yang luar biasa.

Jika Anda ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya. Tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru."

Kadang-kadang Anda harus keluar dari zona aman dan memusnahkan yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik.

Jangan biarkan Anda lumpuh oleh ide-ide perubahan. Beradaptasilah. Lihatlah sebagai peluang yang lebih menguntungkan. Anda setuju?


Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah , ia pergi kepasar untuk berjualan asongan.

Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar , terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.

Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya , pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari sipemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari sipemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu , lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.

Uang untuk biaya rumah sakit,karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong.

Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu.

Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu !, milik ibu”. setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang , sesampai dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya.

Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin , namun kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN.

Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain . “Kamu sungguh anak yang baik nak” , ibu sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.

Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana . “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”.

“Matamu adalah pelita tubuhmu, Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.”

Share / Bagikan kisah inspirasi ini kepada orang-orang yang anda kasihi agar mereka dapat menjadi pelajaran berharga dan mengingatkan kita tentang pentingnya kejujuran.

Kepemimpinan ~ Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah mengatakan, "Kepemimpinan adalah kombinasi yang sangat kuat dari strategi dan karakter. Namun jika harus memilih salah satunya, pilihlah karakter."

Karakter dan kredibilitas selalu berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa kredibilitas cepat atau lambat akan hancur.

Lihat saja kepemimpinan yang diguncang oleh skandal korupsi, sex atau hak asasi manusia, seperti yang terjadi pada mantan presiden Amerika, Richard Nixon, Bill Clinton atau para petinggi perusahaan Enron yang memanipulasi data keuangannya.

Menanamkan Karakter Kepemimpinan

Karakter membuat kita dipercaya dan rasa percaya membuat kita bisa memimpin. Seorang pemimpin tidak pernah membuat komitmen kecuali ia melaksanakannya dan ia benar-benar
melakukan segalanya untuk menunjukan integritas, sekalipun hal itu tidak nyaman baginya.

Seorang pemimpin berkarakter kuat akan dipercayai banyak orang. Mereka mempercayai kemampuan pemimpin tersebut untuk mengeluarkan kemampuan mereka yang tertahan.

Jika seorang pemimpin tidak memiliki karakter yang kuat, ia tidak mendapatkan respek dari pengikutnya. Respek diperlukan bagi sebuah kepemimpinan yang bertahan lama. Seorang pemimpin memperoleh respek dengan mengambil keputusan yang berani dan mengakui kesalahannya. Ia
juga lebih mendahulukan kepentingan terbaik pengikut dan organisasi dibandingkan kepentingan pribadinya.

Mendengar Adalah Kunci Leadership ~ Kebanyakan orang cenderung lebih senang membicarakan dirinya sendiri dibandingkan mendengarkan. Hanya orang-orang berpengaruh yang memahami nilai luar biasa jadi pendengar yang baik. Seperti yang dikatakan senator Amerika Serikat, Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan pernah belajar apa-apa jika Anda terus bicara.

Kemampuan mendengarkan secara cerdas merupakan kunci untuk dapat mempengaruhi orang lain. Mendengarkan memberikan manfaat dalam membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, membangkitkan ide, membangun loyalitas dan menunjukan rasa hormat kepada orang lain.


Mendengar Adalah Kunci Leadership.


Sekilas mendengarkan orang lain tampak hanya menguntungkan mereka, tetapi dengan menjadi pendengar yang baik, Anda sebenarnya menempatkan diri pada posisi membantu diri sendiri.

Melalui mendengarkan, Anda memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat, mengumpulkan informasi berharga dan meningkatkan pemahaman Anda mengenai diri sendiri dan orang lain.

Herb Cohen, seorang negosiator terbaik dunia mengatakan:
"Mendengarkan secara efektif membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata yang disampaikan orang. Mendengarkan menuntut Anda menemukan makna dan pemahaman atas apa yang sedang dikatakan. Lagi pula, makna bukan terletak di dalam kata-kata, melainkan di dalam seseorang."

Teman -teman, jadilah pendengar baik, sebelum menjadi pembicara yang baik. :-) 


Thursday, February 23, 2012  

Pada saat jam terakhir belajar tadi, kelas saya kedatangan tamu dari sebuah institusi pendidikan keahlian untuk mempromosikan atau lebih halusnya memperkenalkan institusi pendidikan mereka kepada kami siswa-siswi SMA yang akan tamat. Saya menaruh perhatian lebih kepada mereka karena mereka menawarkan program keahlian 1 tahun (D1) namun dengan sertifikat komputer bukan program Diploma. Cukup menarik diikuti tapi cita-cita saya bukan bekerja.
Pada kali ini yang ingin saya sampaikan bukan mengenai institusi pendidikannya namun mengenai pendidikan. Yah, begini, saya sudah sedikit muak rasanya dengan sistem pendidikan di Indonesia ini, yah yang entah gimananya terlalu semrawutan saya rasa, tapi memang tidak semua, hanya mungkin yang bagus itu beberapa sekolah saja yang sudah bertaraf atau berstandar ISO, selebihnya entahlah saya tidak tahu mau bilang apa. Mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, manajemen, fasilitas, dan banyak lagi saya rasa. Sebelumnya saya lanjut lebih jauh, saya merupakan orang yang mungkin belum menjadi apa-apa, orang yang belum pernah menduduki bangku pendidikan tinggi, mungkin saya dalam menulis tidak ilmiah dan tidak berdasarkan bukti-bukti namun tulisan ini merupakan curahan hati saya terhadap apa yang saya rasa salah.

Revolusi di bidang pendidikan itu yang saya harap, pendidikan merupakan tanggung jawab setiap orang, dan saya rasa walaupun saya masih seperti ini saya merasa bertanggung jawab terhada pendidikan.  Perubahan yang saya harapkan disini yaitu bagaimana pendidikan itu bukan hanya tempat untuk belajar tapi juga tempat untuk mendapat didikan. Tapi lebih dari itu pendidikan dapat mengajarkan kita keahlian yang dibutuhkan untuk kerja.

Saya sempat terhenyuk ketika pemerintah kita mengumumkan akan berencana membuat program wajib belajar 12 tahun (6 tahun SD, 3 Tahun SMP, 3 Tahun SMA) apakah yang ada dalam pemikiran para petinggi-petinggi tersebut dengan membuat hal tersebut? Saya sampai sekarang tidak tahu apa yang mereka pikir atau apakah tujuan mereka. Apakah tidak terlalu lama 12 tahun? Ditambah lagi nanti bila melanjtutkan ke program Diploma-3 selama 3 tahun. Jadi untuk mempersiapkan seeorang untuk dapat bekerja minimal membutuhkan waktu 15 tahun? Jadi fresh graduated yang akan dihasilkan nanti akan berumur minimal 21 tahun?

Tidakkah terlalu tua itu? Atau tidakkah terlalu lama pendidikan itu? Adakah jalan lainnya? Tanyalah pada rumput yang bergoyang.

Sewaktu saya belajar fisika di SMA, ditengah-tengah belajar, guru saya sempat bercerita mengenai pengalamannya dalam menempuh kuliah di Belanda. Ya guru saya itu tamatan S2 dari belanda jurusan teknik Fisika kalau tidak salah dari salah satu Universitas ternama di Belanda. Dia berkisah kalau di belanda itu sistem pendidikannya itu berdasarkan tingkat kecerdasan dari masing-masing individu, jadi begitu tamat sekolah sejenis SMP, maka setiap siswanya akan di test untuk kelanjutan studi mereka, bila IQ mereka mencukupi mereka akan melanjutkan ke sekolah Sejenis SMA dan Universitas namun bila (maaf) IQ mereka diatas rata-rata mereka akan ditempatkan pada sekolah-sekolah keahlian. Jadi dengan kata lain Universitas mereka dipenuhi oleh orang-orang yang mampu (kecerdasan) dan ingin belajar, bukan nya seperti yang saya lihat sekarang ini di Indonesia.

Seharusnya Pendidikan Keahlian, memang benar-benar mempersiapkan lulusannya untuk bekerja, bukannya lulusan untuk selanjutnya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, (Walau memang tidak ada yang melarang)


Ya bisa dikatakan kita juga memiliki, sekolah-sekolah keahlian tersebut yaitu SMK, tapi apakah itu sudah cukup? Banyak dari siswa mungkin saja masih menganggap SMK sebagai sebuah sekolah lanjutan. Lalu guru saya pernah bercerita bahwa kalau di SMK kurikulumnya pun terlalu berat karena selain belajar program keahlian mereka juga katanya diajarkan materi di SMA.

Entahlah tapi menurut saya, sekolah keahlian yang pas itu untuk pendidikan kita yaitu seperti program keahlian D1 seperti yang saya ceritakan diawal tadi. Namun bukannya untuk tamatan SMA atau SMK sederajat tapi, untuk tamatan SMP. Dan apa yang diajarkan seharusnya memang benar-benar apa yang diperlukan untuk dunia pekerjaan nantinya.

z>——(---)——<z

Tuesday, February 21, 2012  12:04:24 PM

Terlalu banyak kayaknya orang yang munafik didunia ini aku rasa, entahlah tapi itu yang aku rasa, entah munafik, entah sok-sok entah apa itu namanya, serius aku gak suka kali dengan sistem yang ada sekarang ini.

Banyak orang yang seperti hidup didalam sebuah kebohongan, atau hampir semua orang hidup didalam kebohongan, semuanya hanya sebagai sebuah kegiatan formalitas belaka. Ini masalah pendidikan dan nilai, mengapa pendidikan itu selalu identik dengan nilai, padahal banyak nilai itu hanya manupalasi belaka, dan bukan hanya manipulasi saja, namun juga hanya formalitas untuk mengisi atau melengkapi pendidikan itu sendiri, itu yang aku rasakan.

Tapi entah mengapa banyak orang yang seakan terlalu kaku dengan pemikirannya, dan mempercayai bahwa nilai itu adalah segalanya, entahlah tapi memang itu yang aku rasa, orang terlalu menghamba dengan nilai sekarang ini, apa-apa nilai, sedikit-sedikit nilai. Dan nilailah yang membatasi diriku.

Andai aku tahu dari dulu kalau pemikiran orang begini semua, aku akan merubah cara belajarku akan mati-matian belajar ketika mau ujian atau ulangan saja, dan leha-leha pada hari lainnya. Sejak dahulu aku memiliki pemikiran yang cenderung menganggap kalau sekolah dan nilai hanya formalitas saja, ilmu tidak hanya didapat disekolah tapi dimana saja, dan saya lebih senang mempelajari pelajaran yang saya suka dan cenderung tidak menganggap pelajaran yang lainnya, namun. Karena aku cenderung mempelajari apa yang aku suka terkadang aku sering belajar materi walaupun materi itu udah diujiankan atau diulangankan.

Ditambah lagi sejak beberapa tahun ini (pertama kali diadakan pada saat saya kelas 1 SMP – 2006) saya dan seluruh siswa diajarkan dengan namanya KKM dan Remedi, jadi saya rasa memang nilai lah sekarang yang mengatur semuanya. Apakah bisa dijadikan acuaan sekarang nilai itu? Banyak siswa sekarang jadi cenderung mengejar nilai, yah karena sistem pendidikan yang memaksanya untuk begitu, soal-soal ujian atau ulangan terkadang dipermudah agar siswa dapat lulus dengan nilai baik, kualitas semakin lama semakin menurun menurut saya, target sekarang bukan nya gimana supaya dapat nilai 80 atau 90, tapi gimana sekarang harus mencapai target lulus dengan nilai minimal sama dengan KKM atau lebih.

 Sekali lagi nilai bukanlah segalanya,
Sumber gambar : smp3-sekotong.blogspot.com

Apakah yang dimaksud oleh orang-orang yang mengatur pendidikan Indonesia dengan menerapkan sistem begini? Gak tahu aku, belum bisa terpikirkan oleh ku hingga sekarang ini jawaban yang benar-benar benar.

Beberapa kali aku sempat berpikir kalau sistem itu dibuat bertujuan agar semua siswa dapat atau harus lebih tepatnya, untuk mengerti dan memahami pelajaran yang mereka pelajari itu dengan baik, yang dibuktikan dengan standar nilai ketuntasan minimal, namun apa yang terjadi dilapangan? Justru cenderung siswa itu salah persepsi, dan menganggap nilai ketuntasan minimal itu adalah target yang harus merekan capai, terkadang tanpa memikirkan tujuan pendidikan yaitu belajar dan dididik. Entahlah.

Sekolah bukan untuk mendapat ijazah aja, tapi Ilmu.
Sumber gambar :rohmadsosiawan.blog.uns.ac.id
z>——(---)——<z

Saturday, February 11, 2012  9:45:56 AM

Saya sekolah bukan mencari nilai tapi mencari ilmu, itulah yang saya camkan sekarang didalam hati saya, betul, ini yang selalu saya terapkan dalam perjalanan pendidikan saya sekarang, sejak saya menyadari kalau nilai bukanlah segalanya. Serius ketika saya masuk SMA, entah apa yang membuat jalan pikiran saya harus mendapat nilai bagus dengan grafik yang meningkat secara konsisten, bukannya menurun. Sejak saya menerapkan prinsip itu didalam hidup saya, saya seperti terbebas dari belenggu rasanya, saya menjadi seorang yang bebas dalam belajar, tanpa mementingkan lagi nilai, tanpa terbebani lagi dengan target yang mengharuskan nilai saya untuk naik terus. Saya seperti seorang yang mendapatkan kepuasan ketika belajar, sebelumnya saya tidak pernah merasakan begitu.

Bingung? Percayalah kalau Ilmu adalah segalanya...
sumber gambar : edukasi.kompasiana.com


Saya menyesal, karena saya rasa cukup telat saya menyadarinya, yaitu sekitar 8 bulan yang lalu ketika saya awal kelas 3 dan saya mulai belajar disebuah bimbel, saya melihat begitu banyak orang yang diatas saya sesungguhnya, begitu jauh saya tertinggal dari mereka, dan mereka semua menerapkan prinsip itu sejak lama, alhasil prinsip itu dapat mengantarkan mereka meraih kesuksesan, selain itu saya juga banyak membaca artikel, tulisan dan testimony dari mahasiswa di sebuah Institut tinggi ternama di Indonesia yang menjadi idam-idaman saya dan tujuan saya selanjutnya yang memiliki dan menerapkan prinsip tersebut pada mahasiswanya, sungguh luar biasa memang, Institut itu menjadi Universitas terbaik di Indonesia, saya juga berpikiran kalau saya ingin masuk kesana (belajar) saya harus merubah mindset, dan cara saya belajar, serta sebagian perilaku dalam kehidupan saya, agar dapat menjadi seperti mahasiswa di Institut tersebut.
Setelah saya menerapkan prinsip itu didalam diri saya, kehidupan saya menjadi special rasanya, saya selalu merasakan kepuasan setiap saya selesai belajar, dan yang menariknya tanpa saya kejar pun nilai saya meningkat fantastis, jauh dari apa yang saya rasakan dulu, kalau dulu saya hanya berorientasi pada nilai, dan bukannya nilai yang bagus yang saya dapat, saya merasa tidak tahu apa yang saya pelajari, semua seperti biasa saja, setelah ulangan atau ujian semuanya serasa hilang, maksudnya ilmu itu, hilang dan rasanya tidak ada lagi yang tersisa.
Lakukan semuanya dengan ketulusan hati dan lihat apa yang terjadi

sumber gambar : tersenyumlahbidadari.blogspot.com

Sungguh berbeda, ketulusan dalam melakukan segala kegiatan saya rasa sangat diperlukan, bukan hanya untuk mengejar sesuatu. Sekarang saya rela belajar hingga pagi, hanya untuk mengejar kepuasan belajar. Dan itu selalu saya dapat, berbeda sekali ketika dulu saya hanya belajar untuk nilai, sangat susah bagi saya untuk belajar hingga tengah malam, susah untuk memfokuskan diri, sungguh. Jadi intinya, kita harus melakukan sesuatu itu dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan, atau jangan hanya meminta atau mengharapkan imbalan dari apa yang kita kerjakan, semuanya itu akan berjalan beriringan sesuai dengan yang kita kerjakan. Percayalah. J


>——(---)——<

Monday, February 06, 2012  9:42:43 PM

Ketika saya ditanya mengenai cita-cita, sewaktu saya SD dulu, saya bercita-cita menjadi seorang Astronot. Cita-cita saya itu terinspirasi dari buku RPAL (Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap) di SD dulu. Ya saya rasa begitu bagusnya ketika saya menjadi Astronot dan keliling Angkasa. Seiring berjalannya waktu saya berubah cita-cita, menjadi seorang pengusaha, entah dari mana inspirasinya saya tidak tahu, yang pasti saya sempat punya keinginan menggebu-gebu untuk menjadi seorang pengusaha, dan bodohnya sewaktu saya masih duduk di SD, saya sempat berpikiran untuk berhenti sekolah dan memulai usaha. Karena saya dulu banyak membaca mengenai kisah-kisah pengusaha sukses, dan ilmuwan sukses, mereka banyak putus sekolah, jadi apa gunanya saya sekolah? Pikir saya saat itu. Ketika SD Saya sempat juga bercita-cita menjadi ilmuwan, kala itu saya terinspirasi dari buku fisika SMP kepunyaan kakaknya teman saya. Ketika itu juga saya sempat mengumpulkan Kliping mengenai ilmu-ilmu astronomi dan kesehatan serta hal-hal menarik lainnya dari Koran, dan buku-buku lama, hingga sekarang saya masih menyimpan kliping itu, walaupun sekarang sudah menjadi sarang nyamuk, dan teronggok dibawah meja belajar saya. Saya seperti menemukan kepuasan sendiri ketika saya menemui artikel mengenai Astronomi dulu, dan kebetulan Tulang (Nama sebutan Paman untuk orang Batak) saya setiap datang kerumah, selalu membawa Koran, dan terkadang Koran-koran itu bertumpuk-tumpuk dibawanya.

Koran-koran yang ada dirumahku, kugunting bagian-bagian dan artikel yang menariknya, lalu aku buatkan kliping, kebanyakan beritanya tentang  Astronomi dan Kesehatan
sumber gambar : infoklipingsyam.wordpress.com

Ini cita-citaku, Apa Cita-citamu

Lalu sekarang ketika saya ditanya apa yang menjadi cita-cita saya saat ini, saya bercita-cita menjadi seorang scientist atau ilmuwan, saya bercita-cita menemukan sesuatu menjadi Profesor, diundang dalam banyak seminar dibanyak Negara, menjadi dosen di salah satu Universitas kelas dunia, mengadakan riset, dan menemukan sesuatu. Itu yang menjadi keinginan saya sekarang. Terinspirasi dari banyak tokoh dunia, diantaranya Albert Einsten, Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zukenberg dan Pak Bernaridho I. Hutabarat (penemu bahasa pemrograman NUSA).

Saya terinspirasi dari mereka yang mampu mengubah dunia, saya ingin mengubah dunia saya, terutama Indonesia. Saya ingin Indonesia nantinya menjadi Negara seperti negara maju lainnya, mengutamakan riset.

>——(---)——<

Monday, February 06, 2012  10:21:43 PM


Melanjutkan tulisan saya sebelumnya mengenai Cita-cita, saya kali ini ingin bercerita mengenai cita-cita saya. Kali ini saya ingin menceritakan cita-cita saya di bidang pendidikan dan sosial dibidang pendidikan Saya ingin nantinya saya dapat membuat sekolah Impian-ku sendiri. Ya saya pingin membangun sekolah Impian-ku yang kira-kira begini :

          Sekolah Impian-ku di suatu daerah di Indonesia yang berada dikaki gunung, berhawa sejuk dan jauh dari pusat kota. Memiliki asrama untuk para siswanya, siswanya berasal dari seluruh Indonesia, yang diseleksi sehingga didapat lah siswa-siswa yang mau belajar dan ingin mendapatkan pendidikan. Saya inginnya nanti sekolah tersebut berisi orang-orang terpilih yang nantinya akan disiapkan untuk dapat bersaing dengan siswa-siswa lainnya dari luar negeri, dan kualitas mereka tidak kalah dari lulusan sekolah yang berada diluar negeri, saya ingin siswa-siswanya bersekolah tanpa memikirkan biaya, dan saya ingin semua siswanya seragam dari hal terkecil, hingga terbesar, dari sekedar pensil, penghapus, hingga tempat tinggal (Asrama), buku dan lainnya, saya ingin semua mendapatkannya sama. Saya ingin nantinya siswanya belajar di suatu ruang kelas yang tidak lebih dari 10-15 orang siswa. Saya ingin sekolah ini nantinya memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari labor, ruangan kelas yang nyaman, aula, asrama dan tempat tinggal, ruang diskusi, ruang belajar, Internet yang kencang, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya. Dan yang terpenting nantinya siswa tidak hanya diajarkan mengenai pendidikan saja, siswa juga diajarkan watak, kepedulian terhadap sesama, ilmu agama dan lainnya.

Sekolah Impian ku, yang terpenting bukan dari mewah bangunannya tapi "Setiap anak bisa mendapat Pendidikan yang berkualitas tanpa memikirkan biaya"

sumber gambar : hiburan.kompasiana.com

Kapan yah cita-cita saya itu bisa terwujud? Saya tetap Optimis membangun sekolah seperti bayangan saya diatas walau apapun nanti halangannya, semoga saja terwujud.

>——(---)——<

Ujian Nasional

Saturday, February 04, 2012 9:03 PM -- Monday, February 06, 2012  12:16:42 PM

Sebentar lagi saya dan mungkin ratusan ribu pelajar kelas 3 SMA, dan kelas 3 SMP akan menghadapi UN, ujian nasional. Ujian yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk menentukan nasib siswa selama 3 tahun yang hanya berlangsung selama 4 hari, bayangkan bagaimana tekanan yang harus dihadapi oleh siswa.

Kalau ditanya saya memang tidak setuju dengan UN, bukannya karena saya tidak suka atau menolak UN, namun karena sistemnya memang tidak bagus, bayangkan andai kita kita tidak lulus UN pasti seluruh Indonesia tahu, misalnya di suatu daerah hampir sekian persen siswa nya tidak lulus UN, pasti seluruh Indonesia tahu, lalu siapa yang malu, bukan hanya siswa yang tidak lulus UNtersebut saja, sekolahnya, dinas Pendidikan kabupaten/kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Sekolah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur, dan semua orang didaerah itu ikut juga malu, lalu apa? Pasti atasan memberi perintah kepada bawahan untuk meningkatkan prestasi dari Siswa yang ada, dan hingga ke Kepala sekolah, memerintahkan guru-guru untuk menggenjot siswa agar lulus UN dengan nilai memuaskan.

Ujian Nasional Standar menjadi standar kelulusan siswa

image source : osolihin.wordpress.com

Bagaimana saya mengatakan saya bisa tidak suka terhadap sistemnya, begini nasib siswa itu hanya ditentukan oleh ujian yang selama 4 hari saja, lalu bagaimana kalau kita sakit pada saat itu? Memang sih masil aja ujian nasional ulang namun kan berbeda saja rasanya aura pada saat ujian nasional dan pada saat ujian nasional ulangan.

Saya sudah pernah sekali melewati ujian nasional pada saat SMP, pada saat itu saya melihat dan merasakan kalau UN hanya menjadi ajang yah yang gimana gitu, hanya sebagai sebuah kewajiban yang harus diikuti tapi tidak berpengaruh, dan tidak bisa dijadikan patokan. Bayangkan bagaimana tidak, pada saat itu Kunci UN bertebaran di sekolah, saya juga mendapat kunci UN dari teman saya, jujur saya juga menggunakan Kunci itu, namun tidak semuanya saya lihat, saya hanya menggunakannya saja sebagai pembanding, dan bukan sebagai patokan. Bagaimana mungkin pemerintah bisa menggunakan ini sebagai bahan acuan untuk menilai mutu pendidikan disuatu wilayah atau sekolah? Kunci ada dimana-mana, yang pintar ada yang tidak lulus, dan yang biasa-biasa saja, malah lulus dengan nilai yang memuaskan. Di SMP saya dulu kalau tidak salah ada 2 orang yang tidak lulus UN, dan keduanya saya lihat sih merupakan orang-orang yang sedikit bergaul, yah bergaul itu salah satu cara dapat kunci UN, selain memang dari bimbel, kalau yang terakhir ini sih saya tidak tahu pasti karena pada saat kelas 3 SMP saat itu saya tidak mengikuti bimbel, saya hanya belajar sendiri di rumah. Saya sendiri dapat kunci dari teman sekelas saya, yang dia sih ngakunya dapat kunci dari bimbel, namun beda bimbel, beda juga kuncinya, pada saat itu saya bisa mendapat 3 kunci yang berbeda, namun perbedaannya tidak terlalu mencolok

3 tahun sudah berlalu dan sebentar lagi saya juga akan menghadapi UN, saya tidak tahu apakah masih ada Kunci nantinya, kalau harapan saya sih setengah-setengah, di satu sisi saya tidak suka dengan kunci tersebut, namun disisi lain saya mengharapkan tapi tidak terlalu kali, hanya untuk sebagai bantuan sekejap saja agar saya bisa lulus? Karena yang saya takutkan, bila nanti pada saat UN, terjadi sesuatu misalnya saya kena FLU dan kurang konsentrasi, itu yang saya takutkan. Saya juga tidak mau bila nanti perjuangan saya selama 3 tahun sia-sia hanya karena hal kecil.

3 tahun memang sudah berlalu namun saya rasa masih tetap sama keadaan dahulu hingga sekarang, mendengar cerita kakak kelas saya yang tahun lalu mengikuti UN, mengatakan masih ada juga Kunci UN, dan mereka menggunakannya, gak ada berubah mungkin selama 2 tahun belakangan ini, dengan apa yang saya alami di SMP dulu, Kunci masih tetap ada (paling tidak hingga tahun lalu, ketika kakak kelas saya mengikuti UN), namun mungkin perbedaannya kali ini adalah, penilaiannya terhadap syarat kelulusannya. Bila 3 tahun yang lalu ketika saya SMP, kelulusan itu 100% ditentukan oleh UN, namun sekarang ini, Nilai tersebut terbagi atas 60% nilai UN dan 40% nilai sekolah (raport dan ujian sekolah) .

Saya sedikit senang dengan peraturan baru ini, namun tetap saja, ini kurang objektif untuk menilai seseorang. Ada beberapa alasan mengapa saya tetap tidak menyukai system yang baru ini, pertama karena memang masih melibatkan UN sebagai system penilaiannya, seperti yang saya sampaikan diatas, UN tidak bisa dijadikan patokan atau acuan dalam penilaian, oleh karena itu pihak Universitas mungkin tidak percaya dengan UN, bayangkan kalau pihak Universitas percaya dengan UN, seleksi masuk Universitas bisa memanfaatkan nilai UN, dan bayangkan berapa penghematan yang bisa kita dapat, bukan hanya uang, tapi juga tenaga, pikiran dan lainnya.

Lalu alasan kedua yaitu mengenai porsi 40% nilai raport dan ujian sekolah, setiap sekolah kan mempunyai penilaian yang berbeda, dan KKM (Kriteria ketuntasan minimal) di setiap sekolah itu berbeda-beda, misalnya seperti disekolah saya, KKM nya 80, maka setiap siswa harus mendapat nilai minimal 80 agar dapat dinyatakan lulus di matapelajaran tersebut. Dalam artian diraport siswa tersebut tidak akan ditemui nilai di bawah 80. Bandingkan bila di suatu sekolah mempunyai KKM 70, atau lebih rendah?

Saya mungkin hanya orang yang bisa berbicara saja, yah mungkin itu kemampuan saya sekarang, saya hanya seorang siswa yang menginginkan perubahan terhadap system ini. Bila ditanya bagaimana bagusnya pendidikan itu dibuat, menurut pandangan saya seharusnya para siswa diajarkan mengenai pengetahuan secara real bukan diajarkan mendapatkan nilai, memang kalau ditanya tidak ada secara langsung guru-guru mengajarkan saya untuk mencari nilai, namun system yang terkadang memaksa saya untuk mengejar nilai.

Saya bukan pakarnya pendidikan, dan belum sebagai tamatan dari Universitas manapun, saya juga belum mendapat gelar kesarjanaan, master, doctor atau professor sekalipun, saya hanya anak kemarin sore yang menulis pada sebuah blog, untuk mengungkapkan perasaan saya, menyampaikan apa yang ada didalam pikiran saya, sharing pengalaman dan pendapat, jadi maafkan saya bila saya salah dalam penulisan artikel singkat ini.


Pendidikan Mahal

Selama tiga hari ini, mulai dari hari senin hingga nanti rabu, sekolahku akan mengadakan Try-out persiapan ujian nasional. Di tengah-tengah TO pun sempat-sempatnya mengadakan Promosi, TO ini dilaksanakan oleh sebuah bimbel di Kota ku. Tapi yang aku heran di TO ini, aku melihat ada unsur komersialisasi, yaitu dengan adanya iklan di kertas soal ujian dan LJK kami. Namun begitu, biarpun tetap ada unsur komersialisasi oleh pihak bimbel, kami juga diharuskan membayar sejumlah uang yang memang tidak banyak (Rp. 10.000 per siswa), yang katanya untuk biaya TO tersebut.

Menurut aku ini merupakan sebuah kesalahan, mengapa? Karena aku memandangnya dari sudut pandangan yang berbeda, aku menganalogikan dengan yang terjadi pada dunia Komputer, misalnya begini, bila kita mendapat software atau sesuatu layanan di Internet secara gratis, layaklah kita di suguhi iklan yang tidak mengenakkan hati, namun bila kita bayar, kan tidak layak lagi kita mendapat kan layanan dengan iklan, bukannya begitu?

Seharusnya saya yang sudah membayar uang untuk TO tersebut, tidak lagi mendapati lembaran soal dan kertas LJK saya di penuhi dengan iklan. Kecuali ini memang gratis. Sungguh kalau jujur saya merasa amat terganggu dengan iklan itu, pada awalnya begitu saya mendapat lembaran soal, lalu saya melihat di bagian bawah (iklannya terletak di bagian bawah) ada sebuah gambar yang cukup menarik,, spontan saya mengalihkan perhatian saya kegambar itu, dan ternyata itu adalah iklan.

Selain memerlukan Otak namun juga memerlukan uang


Begitupun saat saya menerima Lembaran Jawaban Komputer (LJK) pada bagian kepalanya atau kop-nya berisi nama bimbel yang mengadakan try-out tersebut dan alamatnya di kota saya ini, serta nomor telepon.

Ini merupakan hal yang sepele, tapi saya merasakan, bagaimana kalau pendidikan itu di komersialisakan, sebagai tempat untuk meraup keuntungan. Memang bukan hanya ini saja, namun banyak lagi kejadian lain komersialisasi pendidikan. Contoh lainnya lagi yang cukup kentara saya rasa, adalah penjualan buku-buku di sekolah. Memang saya sadar kalau tanpa buku kita tidak bisa belajar, karena buku merupakan seorang guru, tapi yang ingin saya perbincangkan disini bukannya menjual bukunya, namun birokrasi atau politik yang ada di belakangnya.

Misalnya begini, pada semester satu kemarin saya membeli buku dengan harga kisaran perbijinya adalah sekita 50-70ribu, saya yakin dan percaya kalau biaya produksi ditambah biaya lain-lainnya tidak sampai segitu.
Beberapa saat yang lalu, saya masih ingat masalah mengenai fee yang diterima oleh guru-guru yang diberikan oleh penerbit karena mereka menjual buku yang diterbitkan penerbit di sekolahnya. Dan saya yakin fee yang didapat oleh oknum-oknum guru tersebut tidak sedikit, dan inilah yang membuat harga buku itu melonjak. Bayangin  begini, di took buku besar di kota saya, Gr****ia harga buku yang dijual oleh mereka sama dengan harga jual buku disekolah, bayangin took buku sebesar itu gak akan menjadi besar bila tidak mengambil untung yang besar. Jadi bayangin berapa keuntungan yang didapat oknum-oknum tersebut

Akhir kata, saya ingin menyampaikan kalau tulisan ini saya buat bukan untuk melecehkan atau menfitnah atau apalah itu, saya hanya ingin membuka pikiran kita semua, mengenai apa yang terjadi di masyarakat. Satu hal lagi yang benar-benar saya inginkan, suatu saat nanti saya ingin melihat adik-adik saya atau anak-anak saya, atau mungkin cucu-cucu dan cicit-cicit saya, mendapat pendidikan yang gratis dan berkualitas. Sedikit banyak terkembang suatu guyonan di masyarakat yaitu “Pendidikan Berkualitas adalah Mahal

>——(---)——<


Thursday, December29, 2011
Saya ingin tahu siapa yang merancang kurikulum pendidikan sekarang?
Mengapa saya ingin tahu, karena saya rasa pendidikan sekarang ini begitu bobrok (saya tidak tahu lagi kata apa yang akan sayagunakan untuk menggambarkannya), itu yang saya rasakan pada pendidikan di kotasaya ini (bukan hanya di sekolah saya).

Bagaimana tidak dimulai dari siswa-siswanya yang diajarkanuntuk mengejar nilai, bukannya menuntut ilmu, terus ditambah dengan jumlah matapelajaran yang di pelajari berkisar 13-15 matapelajaran, dan setiap matapelajaran menuntu standar yang tinggi.

Selama 3 tahun ini saya bersekolah di SMA, saya melihatbagaimana system pendidikan mengajarkan saya dan teman-teman untuk terusmengejar nilai, dan harus melewati batas nilai tertentu baru dianggap lulus.Tapi saya tidak terlalu memperdulikan system saya tetap mempelajari pelajaranyang saya suka, dan terkadang tidak terlalu pada pelajaran yang tidak sayasuka.



Maksud dari kurikulum untuk membuat standar nilai ialah agarsiswa-siswa mempunyai standarisasi dan memahami benar-benar memahami materitersebut, bukan berjalan sekilas begitu saja pelajaran tersebut. Maksudnyabegini ketika siswa diajarkan suatu materi, siswa diminta untuk menyanggupibatas terendah dari standar nilai yang ditentukan misalnya 75 (dengan nilaimaks 100), dan jika nilai siswa berada di bawah standar yang ditentukan makasiswa diwajibkan mengulang pelajaran hingga ia mendapat nilai minimal 75, barudinyatakan lulus. Kalau system yang lama, berapa yang didapat siswa segitulahnilainya. Maka wajar kalau nilai dari orang-orang dulu (saya melihat rapororang tua saya yang masih disimpan beliau hingga sekarang) ada yang 0, 20, 60.Sedangkan rapor siswa-siswa sekarang tidak aka nada kita temui nilai-nilaibegitu, pasti minimal nilainya adalah nilai standar yang ditetapkan tersebut.

Mengenai Pendidikan Menurut aku Sih!

Pendidikan Berbasis Nilai
Terkadang nilai membuat sistem pendidikan menjadi hancur.


Lalu apa yang membuat system ini salah, disini ketika siswahanya terpaku mengejar nilai saja, lalu siswa menginginkan agar nilainya beradadi posisi aman yaitu diatas standar, maka siswa akan menggunakan segala carauntuk mendapatkan nilai standar? Ada siswa yang belajar (hal ini cukup baiktentunya), namun ada juga siswa yang menyontek, ujung-ujungnya tetap aja siswayang menyontek ini tidak memahami materi yang diajarkan. Dan diposisi guru,membuat soal yang pastinya lebih gampang agar siswanya bisa lulus ujian,akibatnya penurunan kualitas dari siswa-siswa yang dididik.

>——(---)——<